Tutorial Starduino: Fungsi Blinking_LED Untuk LED Status/Indikator

starduino_led

LED Blinking atau LED yang menyala berkedip-kedip sering dijadikan contoh pada awal pembelajaran pemrograman mikrokontroler. Yup, materi awal pemrograman mikrokontroler biasanya adalah bagaimana mengontrol pin digital I/O. Untuk memvisualisasikan kondisi pin digital I/O yang dikontrol, maka dihubungkanlah pin yang dikontrol tersebut ke sebuah LED.

LED dapat dirangkai agar menyala ketika pin digital I/O berlogika 1 (HIGH). Rangkaian LED seperti ini dinamakan rangkaian LED Aktif-HIGH. LED juga dapat dirangkai agar menyala ketika pin digital I/O berlogika 0 (LOW). Rangkaian LED seperti itu dinamakan rangkaian LED Aktif-LOW. Detil rangkaian LED Aktif-High dan LED Aktif-LOW dapat dilihat pada tulisan berikut ini: https://starduino.wordpress.com/2011/12/03/rangkaian-led-aktif-low-dan-led-aktif-high-dan-contoh-program-kontrol-led-untuk-avr-gcc-dan-arduino/. Pada tulisan tersebut diberikan contoh pemrograman pengendalian LED Aktif-HIGH dan LED Aktif-LOW menggunakan Arduino dan AVR-GCC.

Nah, sekarang apakah fungsi sebuah LED pada sebuah sistem? Fungsi sebuah LED pada sebuah sistem adalah sebagai indikator kondisi/tahapan pada suatu proses, sebagai indikator kondisi sebuah output, atau sebagai indikator alarm. Sebagai contoh, jika LED Standby menyala menandakan bahwa sistem sedang dalam kondisi STANDBY. Contoh lain adalah jika LED Heater menyala menandakan bahwa relay/kontaktor heater dalam keadaan ON. Atau jika LED menyala berkedip-kedip cepat menandakan bahwa telah terjadi suatu kesalahan pada sistem.

Nah, pada tulisan Tutorial Starduino kali ini akan dibahas sebuah fungsi yang saya beri nama Blinking_LED() yang berfungsi untuk menyalakan LED secara berkedip-kedip dengan jumlah kedip dan durasi on/off yang dapat diatur melalui parameter-parameter fungsi. Berikut adalah listing program fungsi Blinking_LED().

// Fungsi Blinking_LED untuk Arduino (STARDUINO)
// Parameter:
//   – pin  : nomor pin digital I/O Starduino/Arduino
//   – aLED : tipe LED (HIGH=aktif HI, LOW=Aktif LO)
//   – n    : jumlah blink
//   – dON  : durasi pulsa HIGH (ms)
//   – dOFF : durasi pulsa LOW (ms)
// Oleh Chandra MDE – TEKNIK ELEKTRO LINKS
void Blinking_LED(int pin, int aLED, int n, int dON, int dOFF)
{
pinMode(pin, OUTPUT);
for (int i=1; i<=n; i++)
{
digitalWrite(pin, aLED);
delay(dON);
digitalWrite(pin, !aLED);
delay(dOFF);
}
}

Fungsi Blinking_LED() memiliki 5 buah parameter. Parameter pertama adalah pin yang menyatakan nomor pin digital I/O pada Starduino Board atau Arduino yang dihubungkan dengan rangkaian LED. Parameter kedua adalah aLED. Parameter ini untuk menyatakan bahwa rangkaian yang terhubung ke pin adalah rangkaian LED Aktif-HIGH atau Aktif-LOW.

Parameter ketiga adalah n yang menyatakan jumlah kedipan LED. Parameter selanjutnya adalah dON yang menyatakan durasi LED ON dalam satuan milidetik. Dan parameter terakhir adalah dOFF yang menyatakan durasi LED OFF dalam satuan milidetik.

Setelah mengetahui fungsi masing-masing parameter, saatnya kita menggunakan fungsi tersebut dalam sebuah program. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan fungsi Blinking_LED() dalam program.

// Contoh implementasi fungsi
int main()
{
// Blinking LED pada Pin-13 Aktif-HIGH sebanyak 5 kali
// durasi ON 100ms dan durasi OFF 100ms
Blinking_LED(13, HIGH, 5, 100, 100);

// Blinking LED pada Pin-12 Aktif-LOW sebanyak 10 kali
// dengan durasi ON 100ms dan durasi OFF 400ms
Blinking_LED(12, LOW, 10, 100, 400);

// Blinking LED pada Pin-13 Aktif-HIGH sebanyak 3 kali
// dengan durasi ON 500ms dan durasi OFF 500ms
Blinking_LED(13, HIGH, 3, 500, 500);
}

Pada contoh penggunaan pertama akan menghasilkan LED (Aktif-HIGH) berkedip sebanyak 5 kali dengan durasi ON 100ms dan durasi OFF 100ms. Sedangkan pada contoh kedua akan menghasilkan LED (Aktif-LOW) berkedip sebanyak 10 kali dengan durasi ON 100ms dan durasi OFF 400ms. Dan contoh ketiga menghasilkan LED (Aktif-HIGH) berkedip sebanyak 3 kali dengan durasi ON 500ms dan durasi OFF 500ms.

Semoga bermanfaat. Selamat belajar dan selamat berkarya!

Smile

Tutorial Starduino: Mengontrol 4 Relay Dari Komputer Via Komunikasi Serial RS232 Dengan Perantaraan Starduino Board

starduino_drv04_lcd

Pada tutorial Starduino kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana mengontrol relay dari komputer melalui port komunikasi serial RS232 dengan menggunakan Starduino Board.

Gambar di samping adalah foto pengujian Starduino Board untuk mengontrol relay dan menampilkan statusnya di LCD 16×2.

Starduino Board, Modul Relay DRV04, dan Modul LCD 16×2 dapat dipesan melalui email ke info@teknikelektrolinks.com atau SMS ke 081231784018 atau BB ke 24B15B64.

Untuk pembelian paket Starduino + Modul DRV04 akan mendapatkan source code sketch Arduino pengontrolan relay melalui port serial + source code program VB.NET lengkap dengan Installer VB.NET 2005 Express Edition.

Untuk memudahkan eksperimen,  berikut adalah tabel perintah pengontrolan relay.

Perintah Aksi
‘A’ RELAY 1 ON
‘1’ RELAY 1 OFF
‘B’ RELAY 2 ON
‘2’ RELAY 2 OFF
‘C’ RELAY 3 ON
‘3’ RELAY 3 OFF
‘D’ RELAY 4 ON
‘4’ RELAY 5 OFF

Berikut adalah looping utama program yang berfungsi menerima data dari port serial dan mengeksekusi perintah sesuai data yang diterima dari komputer.

if (Serial.available())
{
  char inChar = Serial.read();
  if (inChar==’A’)
    digitalWrite(RL1, HIGH);
  else if (inChar==’1′)
    digitalWrite(RL1, LOW);
  else if (inChar==’B’)
    digitalWrite(RL2, HIGH);
  else if (inChar==’2′)
    digitalWrite(RL2, LOW);
  else if (inChar==’C’)
    digitalWrite(RL3, HIGH);
  else if (inChar==’3′)
    digitalWrite(RL3, LOW);
  else if (inChar==’D’)
    digitalWrite(RL4, HIGH);
  else if (inChar==’4′)
    digitalWrite(RL4, LOW);
}

Fungsi Serial.available() berfungsi mengembalikan jumlah karakter yang ada di dalam buffer port serial. Jika fungsi Serial.available() bernilai 0 (nol), maka tidak ada karakter dalam buffer. Jika fungsi Serial.available() > 0, maka ada karakter yang diterima dalam buffer port serial.

Fungsi Serial.read() berfungsi membaca/mengambil data karakter dari buffer port serial. Perintah char inChar = Serial.read() berfungsi mendeklarasikan variable inChar sebagai penampung data karakter hasil pembacaan fungsi Serial.read().

Selanjutnya, karakter dibandingkan dengan konstanta karakter sesuai dengan tabel perintah di atas untuk mengetahui perintah apa yang harus dieksekusi oleh kontroler.

Jika inChar==’A’, maka aktifkan RELAY-1 dan jika inChar==’1’, maka matikan RELAY-1. Pembandingan yang sama juga berlaku untuk perintah ‘B’, ‘2’, ‘C’, ‘3’, ‘D’, dan ‘4’.

Setelah program di upload ke Starduino, maka pengujian dapat dilakukan dengan mengirimkan karakter ‘A’, ‘1’, ‘B’, dan seterusnya dari komputer.

Untuk mengirimkan data secara manual bisa menggunakan terminal bawaan IDE Arduino atau program terminal seperti Hyperterminal.

Dapat juga pengontrolan dilakukan dengan menggunakan program aplikasi yang dapat Anda peroleh jika membeli paket Starduino Board + Modul DRV04. Berikut adalah tampilan program aplikasi Starduino+DRV04 yang dibuat menggunakan VB.NET 2005 Express Edition.

starduino_drv04_vbnet

Demikian sekelumit penjelasan mengenai pengontrolan relay dari komputer melalui port serial RS232 dengan perantaraan Starduino Board.

Untuk informasi harga dan pemesanan Starduino Board, silakan cek di: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat belajar dan selamat berkarya!

🙂

Tutorial Starduino: Mengubah STARDUINO Menjadi AVR ISP Programmer

starduino_isp1

STARDUINO BOARD tidak memerlukan rangkaian ISP Programmer/ Downloader untuk mengisi memori programnya. Mikrokontroler ATmega8 pada Starduino telah ditanami program bootloader Arduino sehingga kita dapat meng-upload program langsung dari port serial maupun port USB.

Tapi bagaimana jika kita ingin memrogram IC mikrokontroler AVR ATmega8 lain yang masih baru dan belum ditanami bootloader Arduino? Atau bagaimana jika kita ingin bereksperimen dengan ATtiny2313 misalnya? Apakah kita harus membeli lagi ISP Programmer? Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Jika menurut Anda sebuah AVR ISP Programmer/Downloader merupakan investasi yang bagus, maka Anda bisa membeli sebuah AVR ISP Programmer/Downloader. Akan tetapi, Anda bisa saja membuat sendiri dengan memanfaatkan Starduino Board yang sudah Anda miliki.

Foto di atas adalah pengujian Starduino sebagai AVR ISP Programmer/Downloader. Untuk menjadikan Starduino Board menjadi AVR ISP Programmer/Downloader, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan.

1. Upload sketch ArduinoISP

arduinoisp

Pertama-tama, buka sketch ArduinoISP yang tersedia pada Examples bawaan software IDE Arduino. Selanjutnya, lakukan Upload dan Starduino pun telah berubah fungsi menjadi AVR ISP Programmer/Downloader.

Pin-pin yang digunakan untuk memrogram IC mikrokontroler AVR adalah:

Pin-10 RESET
Pin-11 MOSI
Pin-12 MISO
Pin-13 SCK

Pada foto di atas, Pin-10 Starduino dihubungkan dengan Pin-1 ATtiny2313 (RESET), Pin-11 Starduino dihubungkan dengan Pin-17 ATtiny2313 (MOSI), Pin-12 Starduino dihubungkan dengan Pin-18 ATtiny2313 (MISO), dan Pin-13 Starduino dihubungkan dengan Pin-19 ATtiny2313 (SCK).

2. Men-disable Auto-Reset Starduino

Starduino akan otomatis masuk ke kondisi reset setiap kali port serial diinisialisasi dan akibatnya bootloader akan running dan menunggu komunikasi dari PC selama kurang-lebih 7 detik. Jika kondisi ini tidak dinon-aktifkan (disabled), maka AVRDUDE akan gagal mengadakan komunikasi dengan Starduino dengan fungsi ISP Programmer/Downloader.

starduino_isp_c10ufCara menon-aktifkan fungsi Auto-Reset adalah dengan ‘mengganjal’ kondisi kaki RESET pada kondisi logika HIGH dengan menambahkan sebuah kapasitor elektrolit 10uF seperti ditunjukkan pada foto di samping.

Kaki+ kapasitor 10uF dihubungkan dengan Pin-1 ATmega8 Starduino dan Kaki– kapasitor dihubungkan ke GND.

Kapasitor 10uF tersebut akan ‘mengganjal’ kondisi logika di kaki RESET menjadi selalu HIGH. Dengan demikian, ketika port serial diinisialisasi oleh program downloader (dalam hal ini kita menggunakan AVRDUDE), maka Starduino tidak akan mengalami RESET, sehingga AVRDUDE bisa berkomunikasi dengan baik dengan program AVR ISP Programmer yang sudah di-upload ke Starduino.

3. Upload File .HEX Menggunakan AVRDUDE

Untuk menguji fungsi Starduino sebagai AVR ISP Programmer/Downloader, berikut adalah listing program LED berkedip-kedip menggunakan AVR-GCC.

/*
  BLINK.C
  ATtiny2313
*/

#define F_CPU 1000000UL      

#include <avr/io.h>
#include <util/delay.h>

#define ON 1
#define OFF 0

#define LED(n) ((n)==(OFF) ? (PORTD&=~_BV(PD0)) : (PORTD|=_BV(PD0)))

// Inisialisasi mikrokontroler
void setup(void)
{
   PORTD = 0b00000000;
   DDRD  = 0b01000001;
}

// Program Utama
int main(void)
{
  setup();

  while(1)
  {
      LED(ON); _delay_ms(100);
      LED(OFF); _delay_ms(100);
  }
}

Program di atas akan menyalakan sebuah LED yang terhubung pada Pin-2 ATtiny2313 (PD0). LED akan berkedip-kedip dengan selang 100 milidetik.

Program di-compile menggunakan AVR-GCC dan kemudian di-download menggunakan perintah:

avrdude -carduino -PCOM1 -b19200 -pt2313 -e Uflash:w:t2313.hex:i –q

Tipe programmer yang digunakan adalah arduino yang terhubung melalui port serial COM1 dengan baudrate 19200.

starduino_isp_avrdude

Dari pengujian dapat disimpulkan bahwa dengan meng-upload sketch ArduinoISP yang tersedia pada kumpulan contoh program Arduino, Starduino dapat berfungsi sebagai AVR ISP Programmer/Downloader. Oleh karenanya, dengan memiliki Starduino Board, Anda tidak perlu lagi membeli AVR ISP Programmer/Downloader.

Beli Starduino Board, GRATIS AVR ISP Programmer/Downloader!

Untuk informasi harga dan pemesanan Starduino Board, silakan mengunjungi situsnya di: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat belajar dan selamat berkarya!

🙂

Tutorial Starduino: Program Cek Koneksi Starduino Dengan Modem GSM Wavecom Dengan Perintah AT

starduino_wavecom2

Gambar di samping adalah foto pengujian koneksi antara Starduino Board yang berbasis mikrokontroler ATmega8 dengan Modem GSM Wavecom M1306B.

Pengujian koneksi dilakukan dengan cara sebagai berikut: Starduino mengirimkan “AT<CR>” kepada modem, yang mana jika perintah tersebut diterima dengan benar oleh modem, maka modem akan mengirimkan jawaban berupa “OK”.

Sebagai indikator adalah LED yang terhubung ke pin 13 dari Starduino (pada gambar adalah LED Merah yang sedang menyala, dan selanjutnya disebut sebagai LED-13). Skenario pengecekan koneksi antara Starduino dengan Modem GSM Wavecom adalah sebagai berikut:

  • Sebelum mengirimkan perintah “AT<CR>”, Starduino akan menyalakan LED-13 secara berkedip sebanyak 3 kali dengan periode kedipan yang cukup cepat yakni sekitar 100ms (50ms ON – 50ms OFF).
  • Setelah LED berkedip 3 kali, Starduino mengirimkan perintah “AT<CR>”.
  • Selanjutnya, Starduino menunggu balasan dari Modem GSM Wavecom.
  • Jika menerima data “OK”, maka Starduino akan kembali mengedipkan LED-13 sebanyak 3 kali namun dengan periode yang lebih lama yakni sekitar 1000ms (500ms ON – 500ms OFF).
  • Selama perintah “AT<CR>” dari Starduino dijawab dengan “OK” oleh Modem GSM Wavecom, maka LED-13 akan berkedip-kedip terus dengan pola yang sama seperti yang telah dijelaskan.

Nah, berikut adalah listing programnya.

/* CEK KONEKSI MODEM DENGAN AT=OK
    Chandra MDE – Teknik Elektro Links */
int OK;
char curr_char, prev_char;

void setup()
{
  pinMode(13, OUTPUT);
  Serial.begin(115200);
}

void loop()
{
  while(1)
  {
    //Kedip 3 kali (cepat) sebelum kirim AT<CR> ke MODEM
    //=====================================
    digitalWrite(13, HIGH); delay(50);
    digitalWrite(13, LOW);  delay(50);
    digitalWrite(13, HIGH); delay(50);
    digitalWrite(13, LOW);  delay(50);
    digitalWrite(13, HIGH); delay(50);
    digitalWrite(13, LOW);  delay(500);

    //Kirim AT<CR> ke MODEM
    //=================
    Serial.print(“AT”);
    Serial.write(13);

    //Tunggu balasan dari MODEM
    //====================
    curr_char = prev_char = 0;
    OK = 0;
    while(!OK)
    {
      if (Serial.available() > 0)
      {
        curr_char = Serial.read();
        if (prev_char==’O’ && curr_char==’K’)
          OK = 1;
        else
          prev_char = curr_char;
      }
    }

    //Pastikan tidak ada karakter tersisa di buffer serial
    //===================================
    while (Serial.available()) Serial.read();

    //Kedip 3 kali (lama) setelah terima “OK” dari MODEM
    //====================================
    digitalWrite(13, HIGH); delay(500);
    digitalWrite(13, LOW);  delay(500);
    digitalWrite(13, HIGH); delay(500);
    digitalWrite(13, LOW);  delay(500);
    digitalWrite(13, HIGH); delay(500);
    digitalWrite(13, LOW);  delay(500);   
  }
}

Saya merasa tidak perlu menjelaskan listing program di atas secara terperinci. Listing program di atas sudah diberi komentar-komentar yang akan membantu Anda membaca dan memahami blok-blok program beserta fungsi-fungsinya.

Pada aplikasi modem, sangatlah penting untuk mengetahui setiap saat apakah koneksi antara kontroler dengan modem terhubung dengan baik. Setelah kontroler mengetahui bahwa koneksi dengan modem baik, maka kontroler dapat mengirimkan perintah-perintah selanjutnya sesuai dengan program. Dan jika ternyata koneksi dengan modem bermasalah, maka kontroler dapat memberikan tanda peringatan kepada user.

Starduino dapat langsung dihubungkan dengan Modem GSM Wavecom karena tipe konektor port serialnya adalah DB9-Male sehingga konektor modem dapat langsung dihubungkan ke port serial Starduino.

Jika Anda membutuhkan Starduino Board atau bahkan lengkap dengan Modem GSM Wavecom seperti pada foto di atas, silakan langsung menghubungi kami melalui: http://teknikelektrolinks.com/kontak.htm.

Semoga bermanfaat, selamat belajar, dan selamat berkarya!

🙂

Tutorial Starduino: Membaca Data Dari Modul Sensor Suhu LM35AZ

starduino_lm35az_400

LM35AZ adalah modul sensor suhu LM35DZ siap-pakai dengan tegangan keluaran 0-5V untuk suhu 0-100°C. Sedangkan Starduino adalah board mikrokontroler ATmega8 yang telah diisi dengan bootloader Arduino sehingga bisa digunakan dengan IDE Arduino dan memanfaatkan segala kemudahan yang ditawarkan oleh Arduino.

Gambar di samping adalah foto pengujian pembacaan data analog dari modul sensor LM35AZ menggunakan Starduino. Tegangan keluaran modul sensor yang berkisar 0-5V untuk suhu 0-100°C, dihubungkan dengan pin Analog-Input 5 dari Starduino. Pin Analog-Input 5 pada Starduino adalah pin ADC5 pada ATmega8.

Berikut adalah program Arduino untuk membaca data suhu dari modul sensor suhu LM35AZ melalui pin Analog-Input 5.

/* PROGRAM MONITORING SUHU STARDUINO */

int Jumlah_Sampling = 50;
long Nilai_ADC;
float Nilai_Rerata_ADC;
float Nilai_Suhu;

void setup()
{
  pinMode(13, OUTPUT);
  Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  digitalWrite(13, HIGH); delay(100);
  digitalWrite(13, LOW);

  //baca ADC
  Nilai_ADC = 0;
  for (int i=1; i<=Jumlah_Sampling; i++)
  {
    Nilai_ADC += analogRead(5);
    delayMicroseconds(10);
  }

  //hitung nilai rerata ADC
  Nilai_Rerata_ADC = (float)Nilai_ADC / (float)Jumlah_Sampling;

  //hitung nilai suhu
  Nilai_Suhu = Nilai_Rerata_ADC / 1024.0 * 100.0;

  Serial.print(“Suhu = “);
  Serial.print(Nilai_Suhu);
  Serial.println(“C”);
  delay(500);
}

Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang baik, program menerapkan teknik statistik sederhana yakni nilai rerata. Suhu disampling sebanyak 50 kali dan diambil nilai reratanya. Selanjutnya, nilai rerata inilah yang digunakan untuk pada kalkulasi nilai suhu.

Dengan program di atas, nilai suhu yang ditampilkan pada terminal adalah sebagai berikut.

image

Nampak bahwa tampilan suhu sangatlah mantap, bahkan hingga 2 angka dibelakang koma.

Modul sensor LM35AZ terdiri dari rangkaian filter low-pass RC dan penguat opamp dengan nilai penguatan 5 kali, sehingga untuk tegangan keluaran LM35DZ dengan jangkauan 0-1V untuk suhu 0-100°C, maka tegangan keluaran modul LM35AZ adalah 0-5V DC.

Jika Anda perhatikan pada listing program di atas, program tidak menginisialisasi ADC akan tetapi langsung menggunakan ADC pada proses pembacaan data suhu dengan perintah: analogRead(5);

ADC ATmega8 dapat bekerja pada tegangan referensi VCC (5V), INTERNAL (2.56V), atau EXTERNAL melalui pin AREF. Jika tidak ada proses inisialisasi, maka ARDUINO akan menginisialisasi ADC untuk bekerja pada tegangan referensi 5V.

Sebagai contoh, untuk menginisialisasi ADC agar bekerja pada tegangan referensi 2.56V (Internal), maka tambahkan perintah: analogReference(INTERNAL); pada fungsi setup().

Nah, jika Anda membutuhkan modul sensor suhu dengan range pengukuran 0-100°C, maka modul LM35AZ dapat Anda pilih. Dan jika Anda membutuhkan sistem minimum ATmega8 yang dilengkapi dengan bootloader Arduino, maka Starduino Board adalah pilihan yang tepat.

Untuk informasi harga dan pemesanan modul-modul tersebut, silakan mengunjungi situsnya di: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat belajar dan selamat berkarya!

🙂

UP & Running With Starduino Board

starduino_usb_lenovoMemulai praktik pemrograman mikrokontroler dengan Starduino Board sangatlah mudah. Berikut adalah langkah-langkahnya.

Pertama-tama, hubungkan port serial Starduino Board ke port serial PC menggunakan kabel data serial yang telah disediakan dalam paket Starduino Board. Atau jika menggunakan port USB, maka tambahkah kabel data konverter USB-to-Serial seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.

Selanjutnya, jalankan program Arduino.

Pilih Board yang sesuai dengan menggunakan menu sebagai berikut.

starduino_up_running1

Selanjutnya, pilih Serial Port yang digunakan sebagai berikut.

starduino_up_running2

Langkah selanjutnya adalah berinteraksi dengan Starduino Board menggunakan program sederhana untuk membuat lampu berkedip-kedip dan mengirimkan data ke komputer melalui port serial. Berikut adalah sketch Arduino-nya.

starduino_up_running3

Langkah selanjutnya adalah meng-upload program ke Starduino Board dengan meng-klik Button Upload seperti ditunjukkan pada gambar di atas.

Setelah program selesai di upload, maka beberapa detik kemudian lampu LED akan berkedip-kedip dengan selang 1/2 detik ON dan 1/2 detik OFF.

Buka window Serial Monitor dengan meng-klik Button Serial Monitor atau menekan kombinasi kunci Ctrl-Shift-M, maka akan ditampilkan tulisan LOW, HIGH, LOW, HIGH, seiring dengan kedipan lampu LED.

Perhatian!

Starduino Board menggunakan bootloader Arduino. Ketika board direset atau pertama kali dihidupkan, maka bootloader akan dijalankan. Bootloader akan menunggu data dari PC. Jika dalam beberapa detik (sekitar 7 detik) data tidak ada, maka bootloader akan menjalankan program kontrol dalam memori program ATmega8. Jadi jangan heran jika sistem dijalankan, program tidak langsung di-running.

Jika Anda berminat dengan Starduino Board, silakan mengunjungi situs http://teknikelektrolinks.com untuk informasi harga dan pemesanan.

Selamat belajar!

Smile